Beranda Travel Camping Pendakian Gunung Semeru Dari Jakarta – Bersama Tripnusantara.com

Pendakian Gunung Semeru Dari Jakarta – Bersama Tripnusantara.com

58
0

Pendakian Gunung Semeru dari Jakarta kali ini adalah sebuah kegiatan Opentrip Gunung Semeru yang di selenggarakan oleh Tripnusnatra.com. Karena pendakian Gunung Semeru sangat banyak diminati oleh banyak orang, khusunya yang mempunyai hobi mendaki gunung. Makanya saya mencoba bergabung yang juga kebetulan waktu dan ongkosnya juga pas di kantong.

Open Trip Pendakian Gunung Semeru

Selain itu untuk beberapa penyelenggara biasnya tidak memfasilitasi sarana tansportasinya. Maksudnya adalah meeting piont di stasiun malang. Apalagi pada tanggal tersebut masih suasana mudik lebaran, jadi pastinya tarif dan ketersediaan tiket kreta agak mahal dan susah mendapatkannya.

Namun di Tripnusantara.com ini melayani dengan fasilitas dengan menyewa bus pariwisata di Jakarta. Jadi saya tidak susah-susah lagi mencari tiket kereta apa atau tiket bis untuk berangkat dan pulang ke Jakarta. Alias tinggal duduk manis, semuanya sudah terjadwal.

Faslitas transportasi dengan bus pariwisata white horse

Pendakian Gunung Semeru Dari Jakarta 3676 MDPL

Gunung yang masuk dalam daftar Seven Summit Indonesia ini juga masuk dalam daftar gunung berapi aktif. Namun tantangan untuk bisa samapai di Mahameru (sebutan untuk puncak Gunung Semeru) biasanya selalu menjadi target pendaki, termasuk saya.

Pada dasarnya saya tergolong pendaki pemula untuk saat ini, karena belum banyak gunung saya saya jelajahi. Pendakian Gunung Semeru Dari Jakarta ini adalah pendakian saya yang kedua. Dimana seblumnya saya melakukan pendakian ke Gunung Gede Pangrango Via Putri.

Baca Artike Terkait : Pendakian Gunung Gende Via Putri

Rute Pendakian Open Trip Gunung Semeru

Pada kegiatan Open Trip Gunung Semeru ini mengemas dengan 2 kali titik berkemah (bermalam). Yaitu, di Base Camp Ranu Kumbolo dan Base Camp Kali mati. Jadi kita bisa menjaga staminan dan kekkuatan fisik kita untuk mendaki, alias tidak terlalu capek. Berikut agenda kegiatan trackingnya setelah kita turun dari bisa dan samapai di Malang.

1. Pasar Tumpang – Pos Ranu Pani (± 2 jam)

Sebuah pasar tradisional yang masih masuk wilayah Kabupaten Malang. Dimana kita akan menggunakan Jeep dengan perkiraan 40 menit. Saat di atas Jeep kita dimana kita bisa disuguhkan pemandangan sekitar Gunung Bromo.

Pasar Tumpang base camp tempat kita singgah dan istirahat

2. Ranu Pani – Pos 1(± 1 Jam)

Ranu Pani masuk dalam wilayah Kabupaten Lumajang, yang dimana merupkan desa terakhir sebelum anda memasuki kawasan hutan untuk melakukan pendakian Semeru. Disini tempat dimana ketua rombongan melakukan pendaftaran, yang nantinya akan mendapatkan SIMAKSI.

Pos Ranu Pani hingga pos pengecekan pendaki

3. Pos 1 ke Pos 2 (± 45menit)

Trek yang cukup menajak di awal, yang media tanahnya sedikit berdebu bila kering. Ditambah bila rombongan dari grup lain juga banyak yang mellintas, saran saya gunakan buff atau penutup higung. Tapi saat itu saya unntung menggunaan tutup kepala yang agak panjang, jadi bisa samapai ke hidung.

Pos 2 – Pos 3 (± 1,5 Jam)

Diestiap Pos selama pendakian Semeru memiki Shalter atau pos yang bisa kita manfaatkan untuk beristirahat. Anda tidak khawatir keahausan, karena disetiap pos terdapat warung yang penjualnya adalah oleh warga sekitar. Buah Semangka merupkan jajanan yang selalu ada di setiap pos, dengan harga perpotongnya Rp 2.500.

Jangan khatir kehausan, banyak pedang lokal menjual cimilan dan minuman hingga buah semangka potong

4. Pos 3 – Pos 4 (± 45 Menit)

Kami tiba di Pos 3 suasana sudah gelap sekitar pukul 6 sore, kami mencoba lagi beristirahat disni. Disni kami banyak berjumpa dengan grup pendaki lain yang menuju perjalanan turun ke Ranu Pani. Biasanya mereka yang bergrak turun dengan tidak mengiap di Ranu Kumbolo (Jos turun dari Kali Mati).

* Terdapat tanjakan yang agak berat saat mulai beranjak dari pos 3

5. Pos 4 – Ranu Kumbolo (± 30 menit)

Sebelum tiba di Pos 4, saya sudah meihat kerlap-kerlip lampu tenda dari pendaki lain yang sudah tiba terlebih dulu di Ranu Kumbolo. Perjalanan menurun hingga tiba di pinggir Danau Ranu Kumbolo yang cukup dingin langsung menyapa rombongan kami. Setalh tiba panitia langsung memilih lokasi untuk membangun tenda untuk beristirahat semalam.

Jalur Pendakian Dari Ranu Kumbolo Ke Kali Mati

Pesona Danau Ranu Kumbolo

Perjalanan ini kami lakukan di hari ke 3, setalah menginap di pinggir danau Ranu Kumbolo yang kebetulan suasanya juga mendukung. Hingga kami segera ikut andil seperti beberapa pendaki lain untuk mengambil moment SUNRISE di pagi hari.

Setelah sarapan, sekitar jam 10 siang kami bergegas dan packing untuk melanjutkan ke camp Kali Mati. Perjalanan bisa menempuh sekitar 4 jam sampai 5 jam.

Tampak jelas dari base camp Kali Mati batas vegetasi hingga puncak mahameru

Antara Ranu Kumbolo Dan Kali Mati

Jalur menanjak langsung menyambut di lokasi Tanjakan Cinta yang memilki panajng sekitar 500 meteran. Menurut saya disini merupkan spot terbaik untuk mengambil moment ber photo dengan objek Ranu Kumbolo.

Pos Yang Dilewati menuju Camp Kali Mati

  • Tanjakan Cinta
  • Cemoro Kandang
  • Jambangan
  • Kali Mati
Trek dari Ranu Kumbolo menuju Pos Kali Mati ditumpuh sekitar 5 jam (situasional)

Tiba di Pos Kali Mati ada satu-satunya sumber air yang bisa kamu temukan, yaitu di Sumber Mani. Perjalanannya dari base camp kurang lebih 1,5 jam untuk balik lagi ke Pos Kali Mati. Saat emngambil air Anda disarankan jangan sendirian, alias alias harus ada yang menemani antara ber 2 atau ber 3.

Anda juga di sangat di larang mengambil air di mata air Sumber Mani diatas jam 5 sore. Alasannya karena di tempat itu adalah satu-satunya sumber air yang ada di daerah sekitar. Jadi tempat itu juga merupkan sumber air dari habitat hewan buas seperti macan dan lainya. Sehingga khawtir akan berjumpa dengan hewan buas tersebut di sepanjang perjalanan dan di lokasi tesebut.

Pendakian ke Puncak Mahameru

Untuk SUMMIT ATTACK ke Puncak Gunung Semeru (baca : Mahameru) sangat tidak mudah, perlu semangat tinggi yang tetap terjaga. Kita harus mempersiapkan stamina yang kuat, dan kondisi badan dalam keadaan yang fit.

Mahameru target para pendaki Gunung Semeru

Karena untuk mendapatkan waktu yang tepat, taget sampai di puncak Mahameru itu sebelum subuh. Jadi kita start trecking dimulai dari dini hari. Begitu juga dengan rombongan saya, kami mulai start dari pos Kali Mati Pk 00.00

Pijakan Pasir Tak Berdasar

Melewati hutan lebat dengan pepohonan tinggi, hingga melewati batas vegetasi atau Pos Arcopodo itulah jalur trek yang ada. Setalah melewati itu, saya harus mulai melintasi gundukan bebatuan yang di dominasi oleh pasir untuk menapak (bukan tanah). Seolah seperti menginjak seuatu yang sangat sulit untuk di tapaki atau diinjak, itulah tantangan yang sangat bisa dibilang tidak masuk akal.

Deburan pasir mengiringi setiap langkah menuju puncak Mahameru

Belum lagi ditambah dengan jalur menanjak, sebuah karakter gunung yang harus kita taklukan. Jalan menanjak, mungkin treking yang udah biasa dilalui oleh pendaki. Namun dengan start dini hari dan tantangan hembusan angin yang kencang, membuat beberapa pendaki yang memilih untuk mundur dan tidak melanjutkan pendakian demi alasan keselamatan.

Mahameru Atap Pulau Jawa

Setelah berjalan melintasi pos Kali Mati hingga batas vegetasi Arcopodo selama 3 jam yang melelahkan. Selanjutnya pendakian yang sesungguhnya ini baru Anda mulai, yaitu berjalan menanjak di jalur yang berpasir menuju Mahameru.

Target puncak Mahameru memang mempesonakan setiap mata para pendaki yang hadir disana. Berada di dataran tertinggi di atap pulau jawa merupkan sebuah kebanggan sendiri yang sangat luar biasa.

Destinasi Open Trip Semeru Bersama Tripnusantara.com

Tempat pemberhentian Jeep di Ranu Pani

Hari ke 1 :

  • Metteing point di Jakarta Pagi pk 05.00
  • Perjalanan ke Malang menggunakan bus Pariwisata

Hari ke 2 :

  • Tiba di Pasar Tumpang dini hari.
  • Isitrahat di Base camp Tumpang.
  • Bangun pagi, mandi dan sarapan.
  • Start ke Ranu Pani sekitar pk 08.00 menggunakan Jeep
  • Tiba ditumpang sekitar pk 09.00
  • Shollat dan makan siang di warung sekitar.
  • Briefing dari petugas TNBS
  • Start trecking ke Ranu Kumbolo sekitar pk 14.00
  • Skitar pk 19.30 tiba di Ranu Kumbolo.
  • Makanan malam dan tenda sudah siap.
  • Makan malam, bercengkrama dengan peserta lain dan tidur.
  • Hunting Sun Rise, sarapan, ngopi dan teh manis yang sudah disiapkan.
  • Skitar pk 10.00 start meunuju Kali Mati.
  • Sekitar pk 14.30 Tiba di Camp Kali Mati.
  • Istirahat.
  • Skitar pk 18.00 Makan malam, istirhat kembali (tidur).

Hari ke 3

  • Pk 00.00 Bangun dan persiapan Sumiit Attack.
  • Pk 00.30 Breifing dan berdoa…. Go Summit Attack to Mahameru.
  • PK 10.00 saat yang tidak disangka-sangka (SAYA GAGAL SUMIIT) karena sudah kelelahan dan hilang semangat.
  • Langusng turun menuju Camp Kali Mati.
  • Pk 11.00 Turun Ke Ranu Kumbolo.
  • Pk 13.00 Tiba di Ranu Kumbolo tercinta.
  • Isitrahat dan bercengkrama hingga makan malam.
  • Pk 19.00 Makan malam
  • Ngopi dan ngombrol lalu tidur.

Hari ke 4

  • Bangun pagi Sun Rise Spot, sarapan, tea morning time.
  • Pk 09.00 Packing persiapan turun.
  • Pk 09.30 Berdoda dan turun menuju Ranu Pani.
  • Pk 11.00 Tiba di Pos Ranu Pani
  • Makan Siang, Shollat dan menunggu Jeep datang
  • Pk 13.00 Menuju Pasar tumpang.
  • Pk 15.00 Tiba di Pasar Tumpang.
  • Mandi, istirahat, makan hingga Maghrib di Base Campe.
  • Pk 19.00 Start meunju alun-alun Batu.
  • Pk 19.30 Makan malam dan bersantai di Alun-alun batu.
  • Pk 22.00 Meluncur menuju Jakarta.

Hari Ke 5 :

  • Pk 11.30 Finish dan tiba di Jakarta
  • Agenda Open Trip Alhamdulillah lancar dan selesai dengan selamat.
Singgah dan bermain di alun-alun Batu sebelum bertolak keJakarta

Selalu Ada Cerita Disetiap Opent Trip Wisata

Semoga saya bisa mengikuti lagi ke beberapa pendakian jika masih di berikan waktu dan kesempatan. Tapi bila baru samapai dirumah dipaksa harus memberikan testimoni. Jawaban yang langsung telrontar secara jujur adalah KAPOK dan CAPEK.

Kenangan di Danau Ranu Kumbolo yang tak terlupakan.

Tapi entah kenapa selalu saja ada kerinduan untuk bisa merasakan senasi pendakian lagi. Terutama saat berkemah di tengah cuaca dingin di atas Gunung.

Pendakian Gunung Semeru dari Jakarta ini bukanlah merupakan pendakain saya yang terakhir. Saya akan mencoba mendaki lagi kebeberapa Gunung yang ada bila masih di berikan umur panjang.